Telco

Ketahui Teori Dasar Sebelum Melakukan Drive Test

Teori Dasar Drive Test – Drive Test merupakan istilah pekerjaan yang digunakan dalam dunia telekomunikasi, dimana pekerjaannya kita berada dalam mobil yang diam lalu berjalan dan diam lagi untuk mendapatkan suatu data sinyal atau jaringan yang sesuai dengan kebutuhan pengukuran tertentu.

Drive test tidak hanya dapat dilakukan di oudoor (luar ruangan) tetapi juga dapat dilakukan di indoor (dalam ruangan) yang biasa dinamakan walk test. Keduanya memiliki output yang sama dengan parameter yang tidak jauh berbeda. Hanya mapping (pemetaan) saja yang di kalibrasi berdasarkan lokasi dilakukannya pengujian drive test.

Pengertian Drive Test (DT)

Pengukuran kualitas sinyal pemancar (BTS) ke handphone (MS) atau sebaliknya dari sisi gelombang radio di udara dengan menggunakan handphone yang didesain secara khusus untuk pengukuran.

Drive test digunakan untuk outdoor (luar ruangan) karena dikerjakan di dalam mobil dengan berkendara. Ada istilah lain yaitu walk test, yaitu dilakukan di indoor (dalam ruangan) dengan berjalan. Istilah drive test lebih umum dibanding walk test, tetapi pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama hanya metode nya saja yang berbeda.

Teori Dasar Sebelum Melakukan Drive Test

Tujuan Drive Test

  1. Untuk mengetahui kondisi gelombang radio (sinyal) pada BTS.
  2. Menginformasikan level daya terima (Rx Level), kualitas sinyal terima (Rx Qual), interferensi, proses perpindahan MS ke BTS lain (Handover) dan parameter lainnya.
  3. Dengan adanya hasil pengukuran maka bisa diputuskan apakah keadaan radio suatu BTS masih layak atau perlu dilakukan suatu perbaikan.

Alat-alat Drive Test

  1. Tems dari Vendor Ericsson
  2. Nemo dari vendor Nokia
  3. X-Tel dari Xi, X-PEDite
  4. Kyocera

Untuk alat-alat yang populer dipakai biasanya Tems atau Nemo, hal tersebut biasanya tergantung permintaan operator, tapi Tems yang paling populer diantara kedua ini.

Parameter-parameter dasar Drive Test Yang perlu di ketahui

  1. BCCH (Broadcast Control Channel) yaitu bagian control channel dalam GSM untuk melakukan broadcasting data network cell dimana user berada dan apa saja cell neighboardnya. Dari BCCH juga dikirim sinyal secara terus menerus sehingga user (Mobile Subscriber) mendapat sinyal. BCCH bersifat downlink dari BTS ke MS.
  2. ARFCN (Absolute Radio Frequency Channel) yaitu menyederhanakan nilai dari frekuensi GSM, misalnya menyebutkan alokasi frekuensi untuk operator A dari kanal 51 sampai 87 dibandingkan dari 945.2 MHz sampai 952.4. Atau memasukan angka 51 ke dalam peralatan dibandingkan harus mengingat dan memasukan 945.2 MHz. Apabila pihak regulator hanya mengalokasikan frekuensi dalam satuan MHz tapi tidak dalam nomor kanal ARFCN maka dilakukan mapping frekuensi sendiri dari MHz ke ARFCN.
  3. CGI (Cell Global Identity) yang terdiri dari MCC ( Mobile Country Code) yang biasanya di Indonesia memakai 510. LAC (Local Area Code) yaitu setiap area atau daerah mempunyai kode yang ditentukan operator. Cell Id merupakan parameter yang harus di perhatikan agar tidak salah site ketika ingin melakukan drive test karena setiap cell mempunyai kode ID masing-masing.
  4. BSIC (Base Station Identify Code), di gunakan agar MS dapat membedakan BTS yang menggunakan frekuensi yang sama. Karena menggunakan frekuensi re-use kemungkinan BTS mengeluarkan frekuensi yang sama.
  5. Rx-Level ialah tingkat kuat level sinyal penerima di MS dalam satuan (-dB), semakin kecil semakin baik.
  6. Rx-Qual ialah tingkat kualitas sinyal penerima MS dalam satuan (skala 0-7), makin besar maka makin jelek.
  7. SQI (speech Quality Indicator) ialah indicator kualitas suara dalam keadaan dedicated (menelpon) dengan rentang -20 sampai dengan 30 makin besar maka makin baik.
  8. MOS (Mean Opinion Score) ialah standar kualitas suara multimedia (audio, percakapan telepon, atau Video) yang ditetapkan oleh ITU-T dengan skala penilaian (1-5) makin besar maka makin baik.
  9. TA (Timing Advance) ialah jarak antara MS dengan BTS (0-8) makin besar maka makin jauh.

Nah, itulah sedikit teori dasar dalam melakukan drive test, sebenarnya masih banyak yang harus dipelajari untuk dapat melakukan drive test. Hal diatas hanya teori dasar, hanya praktek langsung di lapangan dan pengalaman yang dapat membuat kamu jago dalam melakukan drive test. Jika kamu ada pertanyaan atau masukan silahkan berkomentar di kolom komentar di bawah ini !

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close