Tutorial

Cara Menggunakan Power Designer Untuk Database

Cara Menggunakan Power Designer Untuk Database – Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai tutorial cara penggunaan power designer untuk membuat sebuah database atau basis data.

Apa itu Power Designer?

Power Designer merupakan Tool digunakan untuk merancang dan membangun sebuah database melalui ER-diagram, merancang sistem melalui Data Flow Diagram (DFD) serta mampu membuat program aplikasi.

Power Designer dapat menghasilkan database yang semula berupa ER-Diagram atau Conceptual Data Model (CDM) kedalam bentuk Physical Data Model (PDM) yang selanjutnya bisa di gunakan untuk membuat sistem basis data berbasis WEB.

Cara Menggunakan Power Designer

Berikut contoh cara penggunaan aplikasi power designer untuk basis data :

Penggunaan Power Designer Untuk Database.
  • Klik “Create Model” sehingga tampil window seperti berikut :
Menggunakan Power Designer Untuk Database
  • Klik “Logical Data”. Isi Model name, misalkan : “Latihan1”. Lalu Klik tombol “OK”
  • Setelah itu akan tampil seperti Gambar berikut :
Menggunakan Power Designer Untuk Database
  • Klik “ Entity”, letakan pada bagian “Diagram_1”. Kemudian klik kanan untuk melepaskan.
cara Menggunakan Power Designer
  • Double klik pada Entity_1 sehingga tampil seperti gambar berikut:
cara Menggunakan Power Designer
  • Isi Name dengan “Mahasiswa” kemudian klik tab “Attributes pada menu. Isikan atribut seperti gambar.
cara Menggunakan Power Designer

Untuk primary key, ceklist P( Primary) maka akan otomatis terceklist Mandatory (M)

  • Pada “Data Types” untuk “Nama_mhs” pilih “Variable characters” dan isi Length dengan nilai 30 (artinya nama diisi maksimu 30 karakter), Lalu klik OK. seperti terlihat pada gambar berikut :
cara Menggunakan Power Designer
  • Untuk type data “No_BP” diisi seperti gambar berikut :
cara Menggunakan Power Designer
  • Untuk type data “alamat” diisi seperti gambar berikut :
cara Menggunakan Power Designer
  • Setelah selesai maka akan tampil seperti gambar dibawah ini, lalu klik OK.
cara Menggunakan Power Designer
  • Pada tab “Identifier” isi No_BP (tulisan persis sama dengan tulisan pada attibute) bertujuan untuk memberikan keterangan PK pada entitas. Setelah itu klik “Apply” kemudian “OK”
cara Menggunakan Power Designer
  • Berikut tampilan entitas “Mahasiswa”.
cara Menggunakan Power Designer
  • Buat entitas baru dengan nama “Matakuliah”, lakukan hal yang sama pada entitas tersebut seperti gambar berikut :
cara Menggunakan Power Designer
cara Menggunakan Power Designer
  • Pada “Toolbox” Klik “Relationship” dan bawa ke posis Diagram_1. Kemudian posisikan pada sisi entitas Mahsiswa (harus menempel pada sisi entitas) dan tarik ke entitas “Matakuliah” kemudian lepas dan klik kanan untuk berhenti.
cara Menggunakan Power Designer
  • Tampilan akan seperti gambar berikut :
cara Menggunakan Power Designer
  • Double klik pada “Relationship_1 maka akan tampil seperti gambar berikut :
cara Menggunakan Power Designer
  • Isi “Name” dengan “mengambil”
  • Pada “Cardinalities” pilih “One-One” kemudian klik “OK”
cara Menggunakan Power Designer
  • Maka akan tampil seperti gambar berikut :
cara Menggunakan Power Designer
  • Pada Menubar “Tools” Pilih “Generate Physical Data Model untuk mendapatkan hasil mapping nya.
cara Menggunakan Power Designer
  • Setting seperti gambar dibawah ini, lalu klik OK.
cara Menggunakan Power Designer
  • Maka akan dihasilkan seperti gambar berikut :
cara Menggunakan Power Designer

Untuk rasio kardinalitas 1:1 maka tidak ada kewajiban mana yang harus menjadi FK oleh sebab itu secara teori diambil keputusan maka entitas yang jumlah attribut yang banyak  yang bertamu ke entitas yang attributnya sedikit. Dalam software kedua PK akan bertamu karena mesin tidak bisa berasumsi.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close